sudah ke TKP tadi Kang Saka, ternyata memang kalau gratisan mah gak bisa ya.
he he gak tau diri namanya, udah gratisan malah banyak maunya

terima kasih banyak ya Kang Saka udah mau ngajarin bunda yg oon suroon ini.
besok2 masih boleh kan, nanya2 lagi

salam.
Boleh Bun... Hehehehe...
plugin tuh semacam pelengkap, bisa dilustrasikan sebagai perabot rumah tangga yang sifatnya ada primer, sekunder, tersier... kalau di wordpress.com, semua settingan sudah mendekati lengkap, tanpa plugin semuanya akan berjalan baik. Beda dengan self hosted yang kesemuanya harus diatur olehuser/admin. wordpress.org hanya menyiapkan rumahnya saja, sementara perlengkapannya (plugin2) harus diinstal si empunya blog.
contoh :
ingin ada statistik : harus pakai plugin (wordpress.com stat atau wordpress reloaded misalnya)
ingin cepat terindex google pasca memposting artikel : pakai juga pluginnya...
Dipikir-pikir, pusing Bun punya blog self hosted... kalau engga terdorong kebutuhan mah, mending yg gratisan...
